Free Sakura Cursors at www.totallyfreecursors.com
) Rizkiyah Syarif: Pakaian Adat Perempuan Bugis-Makassar

Rabu, 21 November 2012

Pakaian Adat Perempuan Bugis-Makassar

Tulolona Sulawesi
Malabbiri memang tongi
Tulolona Sulawesi

Mabbaji ampe mabbaji ampe
Alusu' ri pangadakang

Tulolona Sulawesi..
Tulolona Sulawesi..

Malabbiri memang tongi
Tulolona sulawesi
Mabbaju bodo mabbaju bodo
Nakingking lipa' sabbena..
Itulah sepenggal lirik dari lagu "Tulolonna Sulawesi" yang menggambarkan tentang gadis Sulawesi (Bugis-Makassar) yang mengenakan baju bodo dan lipa' sa'be serta perangainya yang baik.
1. Baju Bodo
Baju bodo adalah pakaian tradisional suku Bugis dan Makassar, dan dikenal sebagai salah satu busana tertua di dunia. Bodo artinya pendek, jadi bisa diartikan bahwa baju bodo adalah baju pendek. Dinamakan baju bodo atau baju pendek karena panjangnya hanya mencapai sedikit di bawah pinggang.
Bentuk sebenarnya dari baju bodo ini adalah segiempat dan minim jahitan. Hanya sisi kiri dan kanan yang mendapat jahitan dengan menyisakan sedikit lubang di bagian atas masing-masing sebagai tempat lengan. Sedangkan di bagian tengah atas terdapat lubang yang berbentuk runcing pada bagian bawah sebagai kerah, letaknya sejajar dengan lubang tempat lengan. Jadi ketika digunakan, maka bagian belakang baju bodo akan terlihat sedikit mengembang.

Konon dahulu kala, pemakaian baju bodo tidak dilakukan sembarangan, ada aturan tertentu dalam penggunaannya yang menunjukkan tingkat usia perempuan yang mengenakannya.
1. Warna jingga, dipakai oleh perempuan umur 10 tahun.
2. Warna jingga dan merah darah digunakan oleh perempuan umur 10-14 tahun.
3. Warna merah darah untuk umur 17-25 tahun.
4. Warna putih digunakan oleh para inang dan dukun.
5. Warna hijau diperuntukkan bagi puteri bangsawan.
6. Warna ungu dipakai oleh para janda.

Tapi, pada saat ini tentu saja aturan itu sudah tidak berlaku lagi. Seiring perkembangan zaman, baju bodo yang dulunya kerap digunakan sebagai pakaian pesta pada resepsi pernikahan, kini semakin tersisihkan dengan munculnya model-model baju bodo yang sudah dimodifikasi bentuknya, juga kebaya modern yang dianggap modis dan sesuai trend.
Baju bodo kini hanya digunakan oleh mempelai wanita pada resepsi pernikahan, pasappi' (pendamping mempelai), pagar ayu, juga penari-penari tradisional saat perlombaan atau menyambut tamu kehormatan.

2. Lipa' Sa'be
Lipa' sa'be adalah sarung sutra yang sering digunakan sebagai bawahan baju bodo. Motif yang sering digunakan adalah kotak-kotak dengan corak warna-warni cerah, dan tentunya agar terlihat lebih indah, pemakai pakaian adat ini biasanya memadupadankan warna antara baju bodo dan lipa' sa'be.
Lipa' sa'be digunakan layaknya menggunakan sarung. Untuk membantu agar tidak melorot, pemakai biasanya menggunakan tali atau ikat pinggang. Salah satu ujungnya dibiarkan menjuntai dan dipegang oleh tangan sebagai aksen pemanis. Khusus untuk penari, saat menggunakan lipa' sa'be biasanya diberi aksen lipit di sisi badan, atau ujung sarung diletakkan di bagian punggung dan dibentuk menyerupai kipas.

3. Aksesoris
Dalam tradisi pakaian adat Bugis-Makassar juga dikenal pemakaian aksesoris sebagai pelengkap dari baju bodo dan lipa' sa'be. Bila jaman dulu aksesoris terbuat dari emas, di jaman sekarang berupa sepuhan warna keemasan. Beberapa aksesoris yang digunakan adalah gelang panjang, kalung, anting panjang, bando berbentuk kembang goyang, hiasan konde, adapula yang sering menambahkan bunga sebagai penghias di rambut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar